"Perempuan"
Jika kita mendengar kata perempuan bayangan kita adalah cantik, ayu, gemulai, seksi, pandai berdandan dan sebagainya. Tetapi kenyataannya terkadang hal yang demikian itu jarang kita temukan. Apalagi jaman sekarang yang orang-orang bilang jaman modern. Dulu orang kalau melihat seorang perempuan pasti mengatakan "wah cantik sekali", tetapi sekarang "wah ganteng sekali". Memang sebagai seorang perempuan atau wanita kita sudah mendapatkan kata emansipasi yang di berikan oleh seorang R.A. Kartini, tetapi emansipasi itu kan nggak boleh kebablasan dan jangan berlebihan (Lebay). Kita boleh berpenampilan menarik tetapi menarik itu jangan yang menimbulkan suatu perasaan lain bagi orang yang memandang. Misalnya saja kita memakai pakaian yang rapi dan tertutup, berdandan seperlunya, bila memakai jilbab harus yang rapi, atau jika tidak memakai jilbab, rambut kita atur atau kita ikat dengan rapi maka bisa dikatakan bahwa pakaian atau dandanan kita menarik.
Tetapi kalau sekarang bisa kita lihat sendiri di Negeri ini. Banyak perempuan yang termakan Western. Misalnya saja memakai baju yang kurang bahan, berjalan dan berdandan seperti model (padahal cuma belanja di pasar templek). Itu kan membuat orang berpikir yang macam-macam. Jika orang-orang berpikir yang positif mungkin kita tidak masalah, tetapi jika sebaliknya, bagaimana....?
Yang ingin saya unkapkan di sini yaitu tentang beberapa pendapat yang mengatakan bahwa "Perempuan itu pelengkap penderitaan", "Perempuan itu salah satu faktor penyebab hancurnya seseorang", dan lain sebagainya. Betapa banyak pendapat-pendapat yang memojokkan kaum perempuan. Banyak kontroversi tentang pendapat-pendapat tersebut. Tetapi saya lebih cenderung setuju tentang kedua pendapat di atas. Mengapa......?
Yang pertama: Perempuan itu pelengkap penderitaan. Itu menurut saya memang benar sekali. Kata-kata ini pertama saya dengar dari seorang guru saya di SMA. Memang kedengarannya sangat tidak adil bagi kaum perempuan. Tetapi setelah saya pikir ada betulnya juga. Kaum wanita itu memang terlahir sebagai kaum yang lemah. Dan dapat kita katakan kalau wanita itu senang apabila ia di manja. Yang membuat saya bisa setuju dengan pendapat itu, Misalnya saja Si A menikah atau pacaran dengan Si B. Sebagai seorang laki-laki si A harus bisa menyenangkan hati pasangannya. Misalnya saja dengan memberi sesuatu pada si B. Tetapi namanya saja manusia, pasti jika di kasih hati minta jantung. Si B jika di beri sesuatu itu pasti akan merasa senang sekali tetapi suatu saat ia pasti juga akan meminta yang lebih lagi pada si A. Mungkin karna saking cintanya si A pada si B apapun akan ia berikan, walaupun nyawa sekalipun (walah-walah romantis banget cing.... he he), walaupun ia menderita. Atau misalnya saja pada suatu perkemahan wanita itu pasti menjadi sesuatu yang sangat ramai dan bawel. Apalagi bila menghadapi hal yang sulit. Memang perempuan itu bisa menghadirkan bahagia, bisa membuat hidup lebih berwarna, tetapi juga bisa menjadi neraka.
Yang kedua: "Perempuan itu salah satu penyebab hancurnya seseorang". Mengapa saya juga setuju dengan pendapat itu...? Karena ada suatu cerita yang pernah saya dengar bahwa ada sebuah negara yang hancur gara-gara seorang perempuan. Dan cerita itu menurut saya masuk akal. Perempuan itu katanya memiliki 9 nafsu dan 1 akal, tetapi ia pandai menyembunyikan nafsunya. Sedangkan laki-laki itu memiliki 1 nafsu dan 9 akal, namun ia tidak pandai menyembunyikannya. Maka jika seorang perempuan sudah mencampuri urusan laki-laki, jika perempuan itu memiliki suatu tujuan maka bagaimanapun tujuan itu pasti akan terus ia dapatkan tanpa memperdulikan akibat yang terjadi. Hal itulah yang terkadang bisa merugikan orang lain.
Namun lepas dari itu semua, kaum wanita juga menjadi objek yang sering menderita. Seperti yang sering kita lihat di Televisi, wanita menjadi korban KDRT, menjadi korban pelecehan, menjadi korban perdagangan, bahkan ada yang menjadi korban mode. Memang menyedihkan jika demikian. Emansipasi wanita mungkin bisa sedikit menghilangkan hal-hal di atas, tetapi jangan sampai kebablasan dan menyebabkan kaum wanita melupakan kodratnya.
Maka dari itu sebagai kaum wanita ada baiknya jika kita belajar menjaga diri kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan dan harus kita mulai dari sekarang. Tetap berpegang pada norma-norma yang berlaku dan kodrat sebagai seorang perempuan. Jangan melebihi batas yang bukan punya kita.............



Tidak ada komentar:
Posting Komentar